Sensual Siang-Malam

Sandra Dewi Berbatik/Foto Tempo: Erwinda

Ketika batas antara pakaian kasual dan city wear kian kabur.
Mengantar anak ke sekolah, ke kantor, bertemu klien atau teman-teman, serta arisan hampir menjadi rutinitas harian Damayanti. Pelbagai aktivitas itulah, dari pagi hingga malam, yang membuat Yanti–sapaan perempuan 35 tahun ini–selalu membawa pakaian serep di tasnya.
Yanti tak merasa nyaman jika berkumpul dengan teman-temannya sembari masih mengenakan pakaian kantor. “Terlalu resmi dan kesannya kaku,” katanya. Sehingga, setelah selesai menjalankan aktivitas kantor, dia berganti dengan pakaian kasual.
Yanti adalah satu di antara perempuan-perempuan karier yang menjalani dua peran sekaligus, dunia karier dan sosial, dalam kehidupan sehari-harinya. Dalam menjalani fungsi karier, perempuan seperti Yanti mengenakan pakaian kerja atau city wear yang formal dan kaku–yang tak cocok digunakan di luar jam kerja.
Lalu, saat menjalankan fungsi sosial, Yanti akan mengenakan casual wear atawa pakaian santai yang umumnya bergaya sporty sehingga lebih fleksibel. Casual wear memungkinkan pemakainya lebih mudah bergerak di siang hari. Pakaian jenis ini kadang tak cocok dikenakan di lingkungan kerja.
David Landart, dari Carlin International (sebuah lembaga pembaca tren fashion dan desain interior di Prancis), mencermati fenomena ini dan mengatakan desain pakaian sebenarnya tak melulu hanya bisa dikenakan saat bekerja. “Tapi juga saat tidak menjalankan rutinitas kantor,” ujar Landart dalam sebuah acara seminar “Trend Global Musim Panas 2010” di Jakarta, beberapa waktu yang lalu.
Menurut Landart, model pakaian yang bisa dikenakan sekaligus, baik saat di kantor maupun di luar kantor, itulah yang diperkirakan akan menjadi tren di musim semi-panas 2010 nanti. “Kata kuncinya sensuality,” katanya.
Kesan sensual bisa dilakukan melalui pemilihan bahan, bentuk, dan motif. Dari bahan, misalnya, katun dan nilon bisa dipilih dengan memberi kesan glossy yang samar. Atau dengan menambahkan rajutan sensual, rajutan katun, serta micro pique dengan efek tembakan yang berwarna-warni.
Banyak bentuk bisa diciptakan untuk menampilkan kesan sensual. Bentuk-bentuk yang lentur, misalnya, cenderung menciptakan siluet-siluet sensual yang simpel, tak berkesan berlebihan.
Atau siluet longgar dengan fokus pada volume dalam gaya neo-casual yang terinspirasi piyama, celana dengan tali serut di pinggang dipadu dengan jaket mirip kemeja. Bisa juga dengan memadukan celana “harem” kombinasi bare back (sarouel) dengan bagian depan yang menyerupai perhiasan, atasan drapery di atas sarouel ekstrapanjang.
Sensualitas bisa juga dimunculkan dengan permainan motif. Misalnya, motif keheningan bunga mekar, motif-motif bunga dalam suasana segar yang menyurut. Juga gambar-gambar halus yang rumit dalam perlakuan dua warna yang terpolarisasi atau dibaurkan pada sifon. ERWIN DARIYANTO

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: