Ini dia Motif Batik Motif yang Dikenakan Putri Sultan

17 Okt

foto by: Kraton wedding

Pernikahan Putri bungsu Sultan Hamengku Buwono X yang bakal digelar esok hari Selasa 18 Oktober 2011 barangkali akan menjadi pesta terbesar bagi masyarakat Yogyakarta. Perhelatan itu akan menjadi perhatian ribuan mata warga Yogya, bahkan mungkin jutaan rakyat Indonesia. Kesakralan ritual jawa tentu sangat kental dalam pasamuan itu.

Kedua mempelai GKR Bendara dan KPH Yudhaningrat akan mengenakan batik motif Semen. Entah motif semen apa, yang pasti beberapa situs berita online menyebut motif semen rojo. Tapi dari hasil riset, saya tidak menemukan motif batik ini. Yang ada motif batik semen romo.

Baiklah masih dari beberapa berita motif semen raja akan digunakan saat keduanya berdandan basahan atau paes ageng. Motif yang sama digunakan pada acara pesta resepsi pernikahan keduanya. Motif batik ini turun temurun dipergunakan dalam upacara pernikahan di lingkungan Kraton Yogya sejak pemerintahan Sultan HB VII.

Bahkan busana asli yang pernah dikenakan Sultan HB VII kini tersimpan rapi di salah satu ruangan di Kraton Yogyakarta. Sebenarnya motif batik semen ini tidak memiliki makna khusus dalam pernikahan. Motifnya didominasi corak flora dan fauna. Menggambarkan prinsip hidup seseorang yang lahir dari persemenan atau tunas. Bermakna doa agar si pemakai memiliki keharmonisan hidup dan ketika menjadi pemimpin bisa memimpin dengan bijak.

Mari kita membedah motif semen. Kata semen mempunyai arti semi atau tunas. Motif ini berkaitan dengan motif meru yang konon berasaldari kata Gunung Mahameru. Kaitan keduanya seolah mencoba menjelaskan bahwa di Gunung Mahameru ataupun pegunungan pada umumnya selalu terdapat tunas-tunas atau tumbuh-tumbuhan yang selalu bersemi.

Dalam kepercayaan masyarakat Yogyakarta, di Gunung-gunung terdapat pohon-pohon yang dianggap sakral. Di Gunung Mahameru misalnya ada pohon sandilata (pohon hidup) yaitu pohon yang dapat menghidupkan orang yang sudah mati; pohon soma yang tumbuh di puncak Mahameru, yang dapat memberikan kesaktian; pohon jambuwreksa, yang tumbuh di sebelah barat laut , yang mempunyai ketinggian sampai menjulang ke angkasa dengan cabang-cabang yang sangat banyak.

Selain itu, di Gunung Mahameru terdapat juga pepohonan yang menjadi milik dari masing-masing Dewa Tri Murti. Pohon acwata yang akarnya menjulur ke bawah dianggap sebagai lambang milik Sang Hyang Wisnu, melambangkan sinar matahari sebagai pohon yang kekal abadi. Pohon plasa dianggap milik Sang Hyang Brahma, sedangkan pohon milik Sang Hyang Siwa dilambangkan dengan pohon nyagroda.

Oleh karena pohon-pohon suci yang terdapat di Gunung Mahameru dipercaya sebagai salah satu bagian dari sumber kehidupan manusia di dunia, maka diwujudkan dalam bentuk motif batik. Di balik bentuk itulah terkandung harapan agar si pemakai selalu dapat berhubungan dengan Sang Maha Pencipta.

Salam batik…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: