Gerakan ‘Asal Bukan Anas’

19 Jul

Kalimat itu saya dengar beberapa saat sebelum Kongres Partai Demokrat dihelat, di Bandung pertengahan 2010 lalu. Tak jelas siapa peniupnya. Yang pasti kabar saat itu mengatakan, Yudhoyono Ketua Dewan Pembina partai tak menghendaki Anas Urbaningrum menjadi Ketua Umum Partai berlogo perisai itu.

Yudhoyono ingin Andi Malarangeng menggantikan Hadi Utomo, sang kakak ipar. Masih kabar yang beredar saat itu, klan Cikeas ingin melanggengkan kekuasaan. Melalui Malarangeng tujuan itu diharapkan bisa tercapai.

Apa daya, dominasi Yudhoyono di partai mulai menyurut. Sabda sang Ketua Dewan Pembina tak diindahkan. Sasmita yang diberikan lewat sang putra, Edi Baskoro tak mampu mengantar Andi ke tahta tertinggi di Partai.

Anas yang tak dapat restu ki Lurah Yudhoyono mampu mengalahkan Andi Malarangeng dan Marzuki Ali.

Kemenangan Anas tak lain karena adanya dukungan dari kaum muda yang tak menginginkan Cikeas memperpanjang kekuasannya. Kegigihan Anas menyambangi daerah menuai hasil yang nyaris sempurna. Gerakan ‘Asal Bukan Anas’ yang diusung klan Cikeas pun gagal untuk sementara waktu.

Namun bukan berarti gerakan itu tidak berlanjut. Cikeas tetap waswas. Sepak terjang Anas yang rela melepas kursi di parlemen dan rajin menyambangi daerah membuat kuping panas. Apalagi menjelang 2014.

Genderang perang mulai ditabuh. Nyanyian Nazaruddin dari negeri seberang dimanfaatkan oleh musuh-musuh Anas. Senjata untuk mengganjal mantan Ketua Umum HMI melaju ke RI 1 kini tersedia.

Nazaruddin seperti dibiarkan melemparkan bola panas. Yudhoyono yang juga Presiden seperti membiarkan mantan Bendahara Umum Demokrat itu mengaduk-aduk partai.

Padahal dengan kekuasaanya, Yudhoyono bisa memerintahkan aparat hukum menangkap Nazaruddin. Apa susahnya, kalau ada kemauan. Singapura bukan negara bodoh yang mau melindungi seorang Nazaruddin begitu saja.

Yudhoyono seperti tak ada ‘greget’ membersihkan partainya. Dia terus membiarkan Anas dan petinggi demokrat diobok-obok.

Munculnya skenario desakan KLB untuk menggeser Anas masuk akal. Bocornya pesan pendek Marzuki ke Kawanbin Demokrat menguatkan sinyal bahwa pesan KLB sebenarnya datang dari Cikeas. Logikanya, siapa yang tahu pesan pendek antara Marzuki dengan SBY, kecuali mereka berdua? Ajudan? Mustahil.

Serangan Nazaruddin yang awalnya mengarah ke hampir semua pengurus partai, kini hanya menyasar Anas seorang. Dari persembunyiannya Nazaruddin lantang menuduh sang Ketua Umum.

Yudhoyono bukanlah orang sembarangan. Dia perwira tinggi Angkatan Darat, dengan sejuta pengalaman militer yang kemudian dia ejawantahkan ke politik. Terbukti dia sukses membidani lahirnya sebuah partai yang dalam waktu tak sampai satu dasa warsa mampu menjadi nomor 1 di Indonesia.

Dia juga sukses mengantar JK merebut kursi ketua Umum Golkar dari Akbar Tandjung. Hampir semua ketua partai adalah orang yang dia dukung. Jadi mustahil Yudhoyono tak mampu menyeret Nazaruddin kembali ke tanah air.

Kecuali memang ada niat Yudhoyono menyingkirkan Anas demi 2014. Ki Lurah tak ingin Anas melaju ke kursi RI 1.

Saya tak tidak ada hubungan dengan Anas. Kenalpun hanya beberapa saat, sama seperti Anda. Tulisan ini hanya sebuah analisa, yang kebenarannya, Wallahu Alam bi shawab.

Salam

Erwindar

2 Tanggapan to “Gerakan ‘Asal Bukan Anas’”

  1. imr 19 Juli 2011 pada 20:04 #

    tenane ndak ada hubungannya dengan anas? kadernya kan? dulu lan sudah pernah ikut LK😛

  2. Sophie 20 Juli 2011 pada 01:07 #

    Nyanyian bocah kecil tentang Nazaruddin
    http://roganda.com/2011/07/nazaruddin-tertangkap/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: