Wajah dingin Alfred Riedl

19 Des

 

Pelatih tim nasional yang satu  ini lain dari yang lain. Selalu tenang, tidak grusa-grusu, tidak emosional. Bahkan cenderung dingin. Njenggureng, kalau orang jawa bilang. Ingat laga Indonesia melawan Thailand di babak perdelapan final. Ekspresi Riedl tetap dingin saat Bambang Pamungkas melesakan gol ke jala lawan.

 

Pun saat gol ke dua BP 20 dari kotak pinalti. Wajah bekas pemain nasional Vietnam dan Laos ini tetap beku. Tanpa senyum.

 

Ketenangananya kembali aku saksikan dalam laga Indonesia lawan philipina. Hingga menjelang menit ke 80, pelatih kelahiran Wina, Austria ini tak melakukan penggantian pemain.

 

Padahal Okto, Nasuha, dan beberapa gelandang pertahanan pasukan garuda sudah terlihat kepayahan. Bebarapa kali gawang Markus juga terancam. Pergantian baru dilakukan menjelang menit 85. Bambang, dan Arif ’kenceng’ masuk menggantikan Gonzales dan Okto.

 

Yah, apapun sikapmu Rield. Engkau telah membawa tim Garuda menjadi kebanggaan pendukung bola di tanah air. Senandung, garuda di dadaku yang menggelora di Gelora Bung Karno membuktikan itu.

 

Profil Alfred Riedl

Alfred Riedl memang  bukan nama asing dalam persepakbolaan khususnya di area asia tenggara. Dua negara yang pernah merasakan sentuhan kepelatihan Riedl adalah Vietnam dan Laos. Bahkan dalam ajang Sea Games tahun lalu, para pemain Laos yang dilatih oleh Riedl berhasil mengalahkan Indonesia 2-0. Saat melatih Vietnam, Riedl berhasil membuat sejarah dengan membawa Vietnam lolos ke perempat final Piala Asia 2007.

Karir kepelatihan Riedl dimulai sejak tahun 1990 ketika menangani timnas Austria, dan sudah dua belas tahun malang melintang di persepakbolaan kawasan asia tenggara. Pengalaman yang dipunyai oleh Alfred Riedl ini yang membuat PSSI berencana menariknya untuk melatih para pemain Indonesia. Dengan sudah mengetahui karakter dan peta kekuatan sepakbola di wilayah asia tenggara, diharapkan Riedl tidak harus lama untuk beradaptasi dan mampu membawa timnas Indonesia berprestasi kembali setidaknya di kawasan ASEAN.

Alfred Riedl

Lahir : Wina, 2 November 1949 (60 tahun)
Posisi sebagai pemain : Penyerang

Karier sebagai pemain
Klub :
1967-1972 : Austria Wien, Austria (98 pertandingan/58 gol)
1972-1974 : Sint Truidense, Belgia (56/33)
1974-1976 : FC Antwerp, Belgia (54/34)
1976-1980 : Standard Liege, Belgia (106/53)
1980 : FC Metz, Perancis (19/6)
1981-1982 : Grazer AK, Austria (42/11)
1982-1984 : Wiener Sportclub, Austria (52/15)
1984 : VfB Mödling

Tim Nasional : Austria (4/0)

Karier Kepelatihan :
1990-1991 : Austria
1993-1994 : Olympique Khouribga (Klub Maroko)
1994-1995 : Al-Zamalek ( Klub Mesir)
1997-1998 : Liechtenstein
1998-2001 : Vietnam
2001-2003 : Al Salmiya (Klub Kuwait)
2003-2004 : Vietnam
2004-2005 : Palestina
2005-2007 : Vietnam
2008-2009 : Xi M?ng H?i Phòng FC (Klub Vietnam)
2009 : Laos

Diolah dari http://www.bicarabola.com/2010/03/05/alfred-riedl-calon-pelatih-timnas-indonesia-2010-2013/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: