Riyadh, bukalah pintumu

14 Des

Makan pagi di Aceh, makan siang di Jakarta, tidur di Papua. Ya, hampir semua wartawan pernah mengalami. Minimal saya sudah dua kali.

Bagaimana kalau tiga aktivitas itu terjadi di tiga negara? Oo, rasanya istimewa. Yah, minimal saya baru akan mengalaminya hari ini.

Makan pagi di Yas Island, Abu Dhabi; makan siang di Riyadh, Saudi Arabia; dan tidur di Millinium Hotel Doha, Qatar.

Wow. Meski rasa makanan tak sesuai lidah, tapi minimal bisa jadi pengalaman.

Yaa. Namun, acara dinner di Saadiyat Beach Golf tadi malam seperti memupus harapan saya. Setidaknya untuk beberapa saat.

Usai santab malam, Mitha, perwakilan GE di UEA mengabarkan; Visa kunjungan untuk beberapa wartawan belum diterbitkan oleh pemerintah Saudi.

Nama saya bersama 10-an wartawan lain termasuk yang belum diterbitkan. Belum jelas apa alasanya. Mungkin hanya masalah waktu. Karena ada teman yang sebenarnya sudah dua kali ke Saudi, masuk rombongan yang belum diterbitkan.

“Kita tunggu sampai jam 11 siang besok,” kata Mitha.

“Hahaha.. Saya kasih pasport dan visa saya, kamu pakai aja,” kata Abdul Aziz, jurnalis dari Saudi.

“Hahaha,” tawa kami pecah.

Dan pagi ini, setalah bangun saya tak langsung berkemas. Masih ada waktu untuk menjamah pagi Kota Yas.

Tentunya sambil menunggu kepastian jam 11 waktu Abu Dhabi, atau jam 2-an waktu DKI.

Yah, semoga tetap bisa menjamah tanah Riyadh, yang konon tanahnya para Nabi..

Riyadh bukalah pintumu.

Salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: