Negeri Pendewa Rating

8 Nov

Rating. Makluk apa itu?

Ya…pokoknya demi sebuah rating, sebuah stasiun televisi akan menempuh apa saja. Menayangkan sinetron, acara yang bombastis, fenomenal, dan kadang tidak masuk akal. Itulah mungkin yang terjadi pada salah satu acara inpotainment yang tayang hari Minggu kemarin.

Demi sebuah rating, sekali lagi. Sebuah peristiwa yang sebenarnya biasa saja, dikemas oleh sebuah PH menjadi seolah-olah luarrrrrr biasa. Tak hanya PH, bahkan stasiun televisi. ”Mungkin,” kata Pak lik Rigen, tetangga sebelah rumah.

Satu contoh, kata Pak Rigen, berita soal merapi. Ya namanya reporter, wartawan juga manusia. Maksudnya mungkin baik, menyiarkan situasi ter up date perkembangan Gunung Merapi secara live. Tapi akibatnya, tak jarang ada keseleo lidah dari si penyiar.

Misalnya, seperti yang dikeluhkan Sultan terhadap salah satu siaran televisi yang tidak bisa membedakan awan panas dengan abu vulkanik. Atau si penyiar waktu itu tengah keseleo. Sehingga menmberitakan bahwa awan panas meluncur sampai radius 35 kilometer dari Gunung Merapi. ”Ya kalau sejauh itu Yogya kena semua,” kata Pak Rigen.
Maksud si penyiar mungkin yang sejauh 35 kilometer itu adalah abu vulkaniknya.

Nah, hari Ahad kemarin ada lagi presenter sebuah acara inpotainment yang menyebut Yogya sebagai kota malapetaka. NAHLO…apa pula maksudnya ini. La kok bisa dia bilang begitu? Yang bisa jawab ya di presenter atau produser acara tersebut.

Sambil menaruh pikulan kayu, Pak Rigen kembali semangat bercerita. ”Wah, acara tipi ki jan wes gak ada yang bermutu,”.

”Lha pripun Pak Lik,” aq mencoba bertanya.
”Lha cobo tho, dari sekian banyak acara tipi blas tidak ada yang mendidik. Semuanya kapitalis oppor…oporrr. opotunis!.

”Wuih bahasane Pak Lik wis kemajuan tenan ki,” ku sodorkan sebungkus rokok ji sam su.

”semua demi rating. Katanya kalau ratingnya tidak tinggi, nggak ada iklan, tak ada untung. Acara tipi dibuat sesuai rating, karena dari rating itulah yang katanya mewakili selera masyarakat sekarang ini,”.

”Sik tho Pak Lik. Njur ukurane rating iku opo?

”Lha kalau itu saya pernah baca di sii

”Wis pokoke ra cetho lah,”

“Makanya jangan heran, kalau ada acara anak-anak, tapi yang dinyanyikan lagu anak dewasa. “lha wong kalau lagunya, balonku ada lima, ratingnya jeblok e”.

O alah pak lik… Pak lik..

Satu Tanggapan to “Negeri Pendewa Rating”

  1. yecruzsulla 8 November 2010 pada 22:23 #

    wakkakak glodagh!!!!!!!!!!!!! rating panganan opo neeh iki….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: