Ajining diri gumatung ing lathi

8 Nov

Ajining diri gumatung ing lathi, (Hargi diri seseorang tergantung dari lidahnya). Sak landep landepe welat isih landep ilat (Setajam-tajamnya silet, masih tajam lidah). Demikian, dua paribahasa jawa berbunyi. Singkat, sederhana namun sarat makna.

Dua paribahasa itu hampir mirip maknanya. Mengingatkan agar manusia berhati-hati dengan ucapanya. Sebisa mungkin ucapan haruslah dijaga, jangan sampai menyinggung perasaan lawan bicara, orang lain atau justru masyarakat banyak.

Entah kebetulan atau tidak. Dalam waktu berdekatan dua orang,-saya katakan mereka public figur- karena banyak tampil di muka umum. Fenny Rose, presenter sebuah acara infotainment dihujat atau lebih halusnya diprotes olah masyarakat Yogyakarta karena menyebut kota pelajar itu sebagai kota malapekata. Entah apa maksudnya?

Yang jelas ucapan itu melukai hati dan perasaan warga Yogya, dan masyarakat umumnya. Hari ini giliran Pak Menteri yang berucap seolah tanpa perasaan. Menyalahkan pengungsi yang dianggap banyak mengeluh…Ohh pak menteri. Sebelum dua tokoh itu, ada juga Ketua DPR, Marzuki Ali yang sempat keseleo lidah.

Dua paribahasa jawa yang telah lama terlupa, kini seolah mengingatkan kita: Hati-hati bicara.
Bagi Anda pemeluk Islam, tentunya ingat salah satu Sabda Rasul. Saya ingat betul karena sering diucapkan oleh Pak Sri Mujono, guru bahasa inggris SMP saya. Hadis itu diucapkan agar anak didiknya tidak ramai saat mendapat pelajaran.

Begini bunyinya: Mankana Yu’minu Billahi Wal Yaumil Akhiri, Fal Ya’kul Khoiron Auli yasmun.
Artinya: Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka lebih baik diam daripada bicara yang tak ada gunanya.

Dari salah satu sahabat saya @Nini Suny mengatakan “Ups, ya betul….dan semua punya kesamaan lidahnya tak bertulang, ngomong Luput menggunakan otak dan HATI”

Jadi, apakah kita akan menggunakan silet atau lidah? Itu pilihan kita masing-masing.
Selamat siang kawan.

artikel terkait di sini

Salam WaroengBhatik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: