Deponeering dari Blok M

25 Okt

Senin sore (18/10) pekan lalu. Di ruang kerjanya lantai dua gedung Kejaksaan Agung, Pelaksana Tugas Jaksa Agung Darmono menerima tim dari Majalah Tempo untuk sebuah wawancara. Hasil wawancaranya bisa Anda nikmati di Majalah Tempo edisi 25 Oktober ini.

Salah satu yang menarik adalah pertanyaan tentang nasib dua pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi, Bibit Samad Riyanto dan Chandra Martha Hamzah. Pertanyaan diajukan karena sebelumnya mantan anggota tim delapan menemui Darmono membahas SKPP Bibit – Chandra.

Ini salah satu cuplikan wawancara itu:

Tim delapan tetap menyatakan deponeering sebagai langkah terbaik…?
Tim delapan menanyakan langkah hukum yang akan kita lakukan. Lalu ada satu pemikiran tentang pemeriksaan tambahan. Tapi tak mungkin jaksa melakukan pemeriksaan tambahan karena prosesnya sudah kita lewati dan akan menyimpang dari sistem hukum yang ada.

Mengapa tak diputuskan deponeering?
Deponeering itu merupakan tindakan pengampunan oleh Jaksa Agung kepada tersangka karena alasan kepentingan umum. Jadi statusnya masih sebagai tersangka. Dia masih membawa status hukum sebagai tersangka yang tak akan hilang dan tak ada saluran hukum untuk di praperadilankan. Deponeering tak bisa menyelesaikan masalah dengan tuntas. Kita harus hati-hati, apakah harus dilimpahkan ke pengadilan atau deponeering.

Ketika hari ini tiba-tiba Kejaksaan Agung mengumumkan Deponering, saya agak kaget juga. Meski tak kaget-kaget amat, itu hak Kejaksaan. Tentunya setelah mempertimbangkan masukan dari sana-sini.

Pertanyaan saya, ada apa? Kok tiba-tiba deponering. Kenapa tidak dari awal kasus ini?
Sebelum ada SKPP, dan deponering Kejaksaan telah menetapkan berkas kasus Bibit-Chandra P21 alias lengkap. Artinya Kejaksaan dan polisi mempunyai bukti dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh Bibit dan Chandra.

Atas desakan tim delapan dan masyarakat waktu itu, bahkan Presiden Kejaksaan mengeluarkan Surat Ketetapan Penghentian Penyidikan alias SKPP. Kemudian SKPP ini digugat oleh Anggodo ke Pengadilan. Anggodo menang, baik di pengadilan negeri maupun pengadilan tinggi, bahkan ke MA.

Kasus Bibit – Chandra harus ke pengadilan.

Inilah mungkin harapan kejaksaan yang sedari awal memang
mendorong kasus Bibit – Chandra ke pengadilan.

Tetapi hari ini menjelang langit menurunkan butiran peluhnya, kejaksaan mengeluarkan deponeering. Pengampunan atas kesalahan yang dilakukan oleh Bibit dan Chandra.

Ada apa dibalik ini semua?

Wallahu Alam bissowab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: