Twittmu Harimaumu

11 Okt

SYAHDAN, pekan lalu saya memutuskan untuk unfollow salah satu aktivis twitter. Saya putuskan karena saya mulai tidak respek sama ini orang. Namanya sudah tidak asing dikalangana aktivis dunia nyata, maupun maya. Artikel dia sering dimuat di media nasional terkemuka.

Perkaranya sepele. Hanya karena ucapannya di twitter, yang menurut saya tidak pantas diucapakan oleh seorang yang konon masuk kategori intelektual itu. Ucapan itu ditujukan kepada salah satu aktivis twitter juga. TITIK. Saya unfollow dia.

Hari ini saya ketemu dengan seorang teman yang ternyata melakukan hal yang sama. Terlibatlah kami dalam diskusi soal jejaring sosial ini.

Bila dulu ada pepetah, Mulutmu adalah Harimaumu, mungkin kini sedikit berganti. Twittermu Adalah Harimaumu. Ketika Anda sudah menuliskan sesuatu di garis waktu atau timeline, maka itu tak bisa dicabut lagi. Ibarat panah melesat yang tak bisa ditarik kembali.

Kepribadian, kecerdasan bahkan  mungkin tingkat sosial Anda bisa dilihat dari apa yang telah Anda tuliskan di garis waktu itu.

Anda bisa menulis apapun tanpa ada sensor. Orang lain juga bebas mendebat, bahkan mencemooh timeline Anda. Tak jarang diranah ini orang berantem, mempertahankan pendapat pribadinya. Dan seperti dua tema yang kemudian saya unfollow, tak jarang ada makian, umpatan, sumpah serapah diantara mereka.

Pertanyannya sekarang. Apa perlunya berdebat sampai mengeluarkan kata-kata kotor, tak pantas di twitter?. Demi  popularitas, pengakuan?

Twitno, -nama teman saya,- yang saya ajak diskusi malam ini di Langsat Cornner, taktis menjawab, ”Itu mah karena egois aja. Kalau tak suka ya unfollwo saja,” kata dia.

Sepakat!. Saya menjawab sambil menghabiskan kopi, yang jujur saja dia yang bayar. Silahkan Anda memberikan pendapat sendiri.

Selamat malam kawan.

Salam Bhatik

WaroengBhatik

4 Tanggapan to “Twittmu Harimaumu”

  1. luwih ayu saka njenengan 12 Oktober 2010 pada 00:20 #

    Aku tau mas, follow selebtwit. Mbiyen sih lucu. Suwi2 keminter. Males…
    Eh… Bar tak unfollow, malah dikenalke karo areke… Jebulane ganteng. Tak follow maneh. Aahahahahah… *iki mung crita tanpa mention lho ya*

  2. waroengbhatik 12 Oktober 2010 pada 07:51 #

    Hahahah…..iku njengen kuwalat Jeng…xixixixi, Njur sopo selebtwit sing ganteng iku?

Trackbacks/Pingbacks

  1. Halaman tidak ditemukan « Waroengbhatik's Blog - 8 November 2010

    […] Panda dan Tragedi di Komisi…cahe dewe on Panda dan Tragedi di Komisi…waroengbhatik on Twittmu Harimaumu Arsip Pilih Bulan November 2010  (5) Oktober 2010  (23) September 2010  (11) […]

  2. Ajining diri gumatung ing lathi « Waroengbhatik's Blog - 8 November 2010

    […] Terakhir Halaman tidak ditemu… on Twittmu Harimaumuwaroengbhatik on KEMEJA BATIK MODERNPAIMO on KEMEJA BATIK MODERNwaroengbhatik on Panda dan […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: