Kenapa Imam Batal Dicalonkan?

6 Okt

Terjawab sudah siapa yang bakal duduk di Jalan Trunojoyo 3, Jakarta. Melalui suratnya kepada DPR tertanggal, 4 Oktober 2010 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengabarkan, Komisaris Jenderal Timur Pradopo dicalonkan sebagai Kepala Kepolisian Negara RI.

Pengajuan Timur yang hari itu memperoleh kenaikan satu bintang mengejutkan semua pihak. Politikus di DPR, wartawan di Istana, juga khalayak di masyarakat. Senin paginya, nama Komjen Ito Sumardi mencuat. Nama ini muncul di jejaring twitter dikicaukan oleh seorang politikus di Senayan.

Nama Ito mencuat lantaran dua nama yang diajukan Kapolri dan Kompolnas, Komjen Nanan Sukarna, dan Komjen Imam Sudjarwo ditolak oleh Presiden. Nanan ditolak karena dianggap melakukan safari kebeberapa partai politik.

Imam ditolak karena konon menurut Komnas HAM ada catatan hitam soal hak asasi manusia. Dia dianggap membiarkan kasus isu dukun santet di Banyuwangi menyebar. Sehingga banyak menimbulkan korban jiwa.

Nah disini saya melihat ada keanehan. Yang kemudian SBY mengajukan nama Komjen Timur Pradopo. Timur dan Imam sama-sama punya catatan soal HAM. Ingat kasus Trisakti 1, yang saat itu Timur Pradopo menjabat sebagai Kepala Polres Jakarta Barat? Disinilah Timur gagal mencegah peristiwa berdarah yang menewaskan 4 mahasiswa Universitas Trisakti.

Komnas HAM pernah memanggil Timur saat proses penyelidikan kasus pelanggaaran HAM pada peristiwa Trisakti 1. Namun beberapa kali dipanggil, Timur selalu mangkir. Artinya, jika berbicara masalah HAM. Timur dan Imam sama-sama punya catatan kelam.

Lalu, kenapa SBY tidak mencalonkan Imam?

Penolakan dari partai politik? Mungkin saja …

Tapi saya justru merasa, ada kekuatan dari dalam sendiri yang menolak. Artinya ada kubu diinternal polisi yang menolak Imam karena dinilai masih terlalu muda. Kekuatan dari internal ini mendapat dukungan dari lintas angkatan. Maksudnya sesama Akademi militer 78. Ingat Panglima TNI, KASAL adalah Akmil angkatan 1978.

Imam Sudjarwo adalah Akpol angkatan 1980. Jika dia jadi Kapolri, dia akan membawahi senior-seniornya. Empat angkatan sekaligus. 75,76,77, dan 78. Apa jadinya?

Pembangkangan bawahan terhadap atasan di tubuh kepolisian? Bisa saja itu terjadi di tubuh kepolisian. Memang tidak pernah tereskpos oleh media. Meskipun sering ditutupi, nyatanya itu kerap terjadi.
Satu saya ambil contoh.
Peristiwa saat seorang BHD yang waktu itu Kepala Badan Reserse Kriminal, jenderal bintang tiga bertanya kepada seorang jenderal bintang satu tentang peristiwa penggerebekan teroris di Palembang. Dengan enteng sang jenderal bintang satu. Membantah, ”Apa itu Kabareskrim,” kata sang jenderal bintang satu sebut saja SD kepada BHD.

Padahal secara struktural, jabatan SD jelas dibawah Kabareskrim. Tapi karena SD merasa punya akses langsung ke Kapolri Sutanto dan bahkan Presiden SBY, SD tidak mau lapor ke BHD.

Di jaman BHD, kembali terjadi pembangkangan oleh bawahan. Saat presiden memerintahkan Kapolri mengusut rekening gendut, tak satu langkahpun diambil oleh BHD. Ada gerakan penolakan dari bawahan BHD.

Nah, bagaimana kalau Imam naik menjadi Kapolri. Apa tidak mungkin terjadi ’pembangkangan-pembangkangan’ oleh bawahan?

Lalu, kenapa pak Beye tidak memilih Ito Sumardi, bintang tiga angkatan 77? Masa pensiun Ito tinggal setahun lagi. Terlalu pendek untuk bisa melakukan reformasi di kepolisian.

Kenapa juga tidak memilih Oegroseno? SBY konon tidak sreg dengan Kapolda Sumut ini. Oegro pernah menolak perintah eksekusi Tibo cs saat menjadi Kapolda Sulawesi Tengah. Pak Beye tak mau pengalaman pahit itu terulang.

Akan tetapi, konon, -saya katakan konon karena saya tidak pernah dengar langsung-, ada orang berpengaruh atas pak Beye, yang meinginkan nama Oegro sebagai kapolri.

Benarkah?
Tunggu saja, bagaiamana tes kepatutan DPR minggu depan.

Salam Batik

WaroengBhatik

3 Tanggapan to “Kenapa Imam Batal Dicalonkan?”

  1. Maskur® 6 Oktober 2010 pada 13:13 #

    Imam………
    Imam Faisal apa Imam Maskur
    eh aku ora lho
    oooo Imam Sudjarwo ding

  2. waroengbhatik 6 Oktober 2010 pada 13:42 #

    Nak Imam Maskur ki Calon Kapolri Blogger….hahahaha

    • Maskur® 9 Oktober 2010 pada 05:15 #

      wkwkwkkwkw
      nek Imam Faisal?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: