Bahan-bahan kimia Untuk Bom

15 Apr

Foto: by Vivanews

Saya tak akan bicara bagaimana cara merakit bom. Saya sendiri belum pernah melihat, apalagi membuat. Semoga tidak. Tapi saya sedikit ingin ngegombal. Ingat bukan menggurui. Tapi tentu tidak sekedar omong. Paling tidak berdasar pengalaman selama liputan di polisi, khususnya saat terjadi kasus teror bom.lanjutkan

Bom pada dasarnya adalah benda yang menggunakan bahan peledak komersial atau non komersial. Dulu, pengeboman merupakan suatu metode serangan yang biasa digunakan dalam peperangan. Namun kini metode ini banyak digunakan oleh kelompok teroris untuk mengacaukan keamana

Rangkaian bom yang meledak di Poso, Sulawesi Tengah pada kurun waktu 2003 hingga 2007, atau di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton pertengahan Juli lalu menjadi contohnya.

Berdasarkan daya ledaknya, bom yang selama ini yang meledak di beberapa wilayah ditanah air dibedakan menjadi dua. Yakni berdaya ledak tinggi atau high explosive, dan berdaya ledak rendah atau low explosive.

Berdaya ledak rendah apabila memiliki kecepatan detonasi 400 hingga 800 meter per detik. Sementara berdaya ledak tinggi apabila kecepatan detonasi antara 1000 hingga 8500 meter perdetik.

Bom-bom tersebut bisa dibuat dengan bahan-bahan kimia atau material yang banyak dijual bebas dipasaran.

Bom low explosive menggunakan bahan jenis black powder atau mesiu petasan. Komposisinya potasium kolorat dalam jumlah besar dicampur belerang, serbuk aluminium, dan cahcoal. Ramuan bahan ini biasa digunakan untuk membuat petasan.

Meski berdaya ledak rendah, bahan-bahan tersebut bisa diracik menjadi bom dahsyat yang bisa memakan banyak korban. Kelompok teroris yang banyak beraksi di Indonesia biasanya menambahkan benda-benda padat seperti pecahan kaca, mur-baut, paku gotri, atau pecahan logam.

Selain bahan diatas, Komisari Besar Amri Kamil, ahli forensik dari Markas Besar Kepolisian RI menyebut, saat ini banyak dijual bebas bahan-bahan kimia yang bisa dirakit menjadi bom.

Dalam buku Metode Identifikasi Berbagai Kasus Kejahatan, Amri menyebut setidaknya ada tiga kelompok bahan kimia yang bisa dirakit menjadi bom.

Pertama, Kelompok Oksidator. Merupakan bahan kimia yang bersifat pembawa oksigen dalam proses peledakan atau pembakaran oksigen. Dalam kelompok ini antara lain; asam sulfat, asam nitrat, asam oksalat, hidrogen peroksida, natrium broksida, kalium peroksida, kalium klorat, kalium nitrat, kaporit, dan zat asam.

Kemudian kelompok reduktor. Yakni bahan kimia yang bersifat menarik oksigen atau memerlukan oksigen dalam proses peledakan atau pembakaran. Dalam kelompok ini antara lain; bubuk carbonat, belerang atau sulfur, amoniak, astilen, benzon, siloheksan, dioktil plalat, gas hidrogen, gas alam, karbon monoksida, metanal, dan propilen.

Kelompok terakhir biasanya merupakan bahan tambahan yang berfungsi sebagai katalisator. Bahan-bahan ini berfungsi mempercepat proses peledakan, menimbulkan efek bakar, efek racun dan panas yang tinggi.

Dalam kelompok ini adalah; aluminium powder, magnesium powder, termit, fenil merkuri asetat, dan kalium sianida.

Salam damai Indonesia

Erwindar

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 682 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: